Langsung ke konten utama

Mind Mapping, Kerangka Karangan, Cerita Fiksi (Adi Si Anak Api)

ADI SI ANAK API

Seorang anak yang tak sengaja memiliki kekuatan api, justru dimusuhi oleh banyak orang, karena ia dianggap sebagai ancaman dengan kekuatanya , dan kini ia harus menghadapi semuanya sendiri.


Mind Mapping :

Kerangka Karangan :

Tema/Topik        : Fiksi (Fantasi)
Judul                   : Adi si anak api

Pembuka             : - Tokoh : - Adi, seorang anak berumur 9 tahun yang tinggal disebuah                                                desa dipedalaman hutan karet, dan hidup sederhana bersama ayahnya
                                              - Ayah, orang tua adi yang memiliki sifat tempramental dan seorang                                 pemabuk
                              - Setting/latar : - Suasana : Tegang
                                                       - Waktu    : 2009
                                                       - Tempat  : Desa Karet

Isi                         : - Konflik : Adi tidak bisa mengendalikan kekuatannya, sehingga adi                                                                         selalu merugikan orang-orang disekitarnya dengan kekuatannya
                               - Klimaks : Adi membakar gudang penyimpanan hasil panen, sehingga dimusuhi                                                    oleh warga desa
                                - Anti klimaks :  Adi menyelamatkan desa dari aparat yang ingin membuka lahan

Penutup                 : - Ending : Adi membakar seluruh hutan dan lahan bersama dirinya dan                                                       kekuatannya dengan harapan tidak ada lagi orang yang akan dirugikan                                       olehnya
                                 - Pesan :  Sebuah kemampuan, akan menghasilkan hal baik jika kita                                                           menggunakannya untuk hal yang baik, begitu juga sebaliknya.




Adi Si Anak Api :

Pada tahun 2009 hiduplah seorang anak laki-laki berumur 9 tahun bernama adi, ia tinggal bersama ayahnya disebuah desa yang berada dipedalaman hutan karet atau biasa dipanggil dengan nama desa karet. Adi tinggal bersama ayahnya yang berkerja sebagai petani, yang dimana mata pencarian warga desa karet adalah bertani dan berkebun. Adi hidup tanpa kasih sayang seorang ibu, yang dikarenakan pada 8 tahun yang lalu, saat adi berumur 1 tahun ibu adi menghilang setelah beberapa jam berhasil mengusir para aparat yang ingin membuka  lahan dari hutan karet milik warga setempat dengan cara membakar pos peristirahatan mereka, hingga saat ini semua orang tidak ada yang tau kemana ibu adi menghilang, bahkan ayah adi sendiri pun tidak tahu, dan sudah tidak mau membahas cerita ini lagi. Hanya sebuah kalung permata api yang ibu adi tinggalkan sebagai pemberian seorang ibu terhadap anaknya, yang sampai hari ini pun kalung itu masih tergantung dileher seorang adi. Permata itu selalu membantu adi menghangatkan diri di dinginnya malam hari, membantu menerangi pandangan adi dari gelapnya malam hari, menemani adi dikala ia merasa sepi.

Sampai suatu hari, tepat pukul 3 pagi, ayah adi pulang dari menjual hasil panen bertani dan berkebun warga desa karet, ia pulang kerumah dengan kondisi mabuk sambil merokok, adi yang belum tidur, bermain bola sambil menunggu ayahnya pulang. Mendengar pintu reot rumah kayu mereka terbuka, adi langsung bergegas menghampiri ayahnya di depan pintu.

Adi : “Ayahhh.., Mana yah mainanku? Kan ayah udah janji sama adi kalau mau beliin bola baru hari ini?” (sambil memeluk lutut ayah)
Ayah : “Apaan sih! Mainan mulu! Ayah ga punya uang tau gak!” (sambil mendorong adi dengan lututnya)
Adi : “Ga punya uang? Tapi kok ayah mabuk mulu sih?”
Ayah : ”Apa sih! Anak kecil tau apa soal mabuk!” (ayah pergi sambil melempar rokok dengan sembarang)

Adi pun lari ke kasur tidurnya dengan hati yang bersedih karena terkena gentakan dari ayahnya sendiri, adi pun menangis sambil memeluk erat bantalnya, dan berkata dalam hati.

Adi : “Kok aku diomelin sih? emangnya aku salah apa? Emang, didunia ini ga ada yang sayang sama aku, ibu ninggalin aku, ayah omelin aku terus, aku benci ayah, aku benci semuanya. (kata adi dalam hati, sambil menangis)

Tanpa sadar, rokok milik ayah yang dilempar sembarang tadi mengenai dinding rumah yang tebuat dari anyaman kayu, api pun membesar merambat keseluruh arah, api melahap rumah adi, dan mengurung adi yang masih berada didalam rumah sendirian, adi berteriak minta tolong, berharap ada orang yang bisa menolongnya keluar dari sana.

Lain hal dengan ayahnya, yang malah tertidur didepan warung bersama 2 orang temannya yang mabuk juga. Selagi api membesar, akhirnya ada seorang warga yang melihat rumah itu terbakar, dan langsung bergegas menghampiri rumah adi dengan berteriak minta tolong sambil membawa air untuk memadamkan api tersebut, upaya salah seoang warga tersebut berhasil mendatangkan warga lainnya untuk membantu memadamkan api tersebut, tapi apa daya, dengan bertambahnya bantuan pun, api tak kunjung padam.

Adi yang masih terjebak didalam rumah pun menangis ketakutan, ketika ia sadar api semakin meojokannya sedangkan bantuan tak kunjung datang untuk menyelamatkannya keluar dari sana. Sambil menggenggam kalung permata tersebut adi berkata.

Adi : “Kemana ayah? Semuanya emang udah ga ada yang sayang lagi sama adi. Ibu.. tolong adi bu.. adi sendirian.” (ujar ia sambil terisak gemetar ketakutan)

Api semakin mendekat dengan adi yang sudah terpojok, tiba-tiba, kalung permata yang ia genggam bersinar terang dan menyerap semua api yang membakar rumahnya, lalu api yang terserap permata tadi, kembali terlempar dan meledakan rumah dalam hitungan sepersekian detik, dan rumah adi pun hancur menjadi abu. Ayah adi yang sudah terbangun pun langsung datang menghampiri rumahnya yang sudah lenyap, bersama warga yang lain ia mencari barang-barang yang masih tersisa dan mungkin masih bisa dipakai.

Dari kejauhan muncullah sesosok manusia diantara bangkai rumah yang sudah terbakar, sosoknya berupa anak kecil yang pada tubuhnya terdapat api yang masih berkobar, dengan kalung permata apinya yang bersinar sangat terang yang ternyata adalah adi. Ayahnya pun kaget karena ia baru ingat bahwa adi terjebak didalam rumah yang terbakar tadi, dan ia terheran-heran dengan adi yang dapat selamat dari kejadian tersebut, ia pun langsung menghampirinya dan berkata.

Ayah : “Kalo bukan karena kamu yang minta mainan mulu! Rumah kita ga akan jadi seperti ini tau ga! Sekarang kita mau tinggal dimana coba?!!” (sambil mendorong kepala adi dengan jari telunjuknya)

Adi begitu geram dengan ayahnya yang tidak memikirkan ia sama sekali.

Adi : “Argghh.. berisik!!” (adi berteriak begitu keras)

Tanpa sengaja ia membuat ledakan api dari tubuhnya yang membuat ayahnya dan para warga terdorong jauh dan sedikit terbakar. Adi pun terheran-heran dengan apa yang telah ia lakukan barusan, ia bingung dengan dirinya sendiri mengapa ia bisa melukai orang semudah itu. Para warga pun merasa ketakutan dan menyalahkan adi atas kejadian terbakar rumahnya, warga pun megusir adi dari desa tersebut, dengan mengolok adi dengan panggilan “Monster”. Bahkan ayahnya pun juga ikut mengusirnya.

Ayah : “Ayah ga pernah merasa punya anak monster kaya kamu!, kamu berbahaya, kamu ngerugiin banyak orang, pergi kamu dari sini! Pergiii!!.”

Adi hanya bisa menangis sambil berjalan pergi, tapi jejak kaki yang ia tinggalkan terus terbakar dengan meninggalkan api. Akhirnya adi pergi ke salah satu dari tiga gudang hasil panen yang disana terdapat beberapa buah yang dapat ia makan, sambil memakan buah adi terus berpikir apa yang harus ia lakukan dengan kekuatan ini, sambil menenangkan diri akhirnya ia tertidur lelap.

Siangpun tiba, adi pun terbangun dan melihat keadaan sekitar gudang, adakah orang atau tidak, walaupun ia sadar pada waktu itu adalah jamnya warga untuk berkebun, dan harusnya tidak ada siapa-siapa pada siang itu, tapi setelah mengintip dari pintu, dengan kebetulan ada seseorang yang masuk ke salah satu gudang lainnya dengan membawa jeriken berisi minyak tanah dan korek, adi pun bingung dan penasaran dengan orang tersebut, lalu ia berinisiatif untuk menghampirinya, dan terlihat logo aparat negara pada baju seseorang tesebut, dan orang tersebut sedang menyirami seisi gudang dengan minyak tanah, saat hendak ingin membakar gudang dengan korek, adi pun menghentikan aksi orang tersebut.

Adi : “Stop! Ngapain kamu ngebakar gudang kami? Kenapa kamu memakai baju aparat negara? Kata ayah aparat harusnya melindungi warga, kok ini malah ngerusak barang milik warga?”

Aparat tersebut kaget, dan hanya diam saja tanpa mennanggapi pertanyaan adi, lalu bergegas melarikan diri dengan niat ingin menabrak adi, adi pun berusaha memberhentikan gerakan aparat tersebut dengan mengulurkan tangannya sambil berteriak.

Adi : “Stopppp!!!”

Niat ingin meberhentikan, justru uluran tangannya malah mengeluarkan semburan api yang sangat besar dan membakar gudang tersebut, sang aparat pun berhasil melarikan diri dikala adi kebingungan dengan gudang yang terbakar karena api dari tangannya. Kebetulan sekali beberapa warga menghampiri gudang untuk menyimpan hasil panen hari ini, dan melihat secara langsung dan jelas kejadian tersebut. Para warga pun menangis sedih dan pasrah, karena lokasi gudang yang jauh dengan sumber air, warga lain pun menghampiri sumber api termasuk ayahnya adi, adi kembali disalahkan dengan keadaan tersebut. Semua warga kembali mengolok-ngolok adi dan terus menyalahkannya.

Adi pun berusaha meredam emosinya, tapi tetap saja ia tak bisa, sampai ia kembali melontarkan ledakan energi apinya yang sangat besar, dan hal menyebabkan semua gudang terbakar dan hancur, sebagian hutan dekat gudang pun ikut terbakar.

Adi : “Puas kalian semua?! Aku memang monster kan! Seperti apa yang kalian bilang, aku adalah monster, dan rasakan ini.” (Sambil menembakan api dari kedua tangannya)

Ia pun membabi buta, membakar apa yang ada di depannya, para warga pun berlarian mengambil senjata dan berusaha menyerang adi, untuk memberhentikannya, karena adi dianggap sebagai sumber masalah dari semua yang terjadi. Ayah adi pun tak tega dengan adi yang terus diserang oleh warga, ayah adi berusaha menahan tindakan warga tersebut terhadap anaknya.

Ayah : “sudah cukup! Adi juga manusia, ia sama seperti kita, ia masih anak saya, dan ia tak pantas diadili seperti ini,” (Berteriak kepada warga)

Apa daya, tak ada satupun orang yang mendengarkan kata ayah adi, adi terus diserang dengan berbagai senjata, walaupun adi melawan dengan kekuatan apinya, tetap saja ia berhasil dilukai hingga babak belur.

Lalu terdengar suara mesin besar dari arah ladang, semua orang pun bergegas lari kearah ladang, sesampainya semua warga di ladang, mereka pun dikurung dengan pasukan mesin buldoser dan barisan para pasukan militer lengkap dengan senjatanya, mereka memaksa para warga untuk memberikan lahan mereka, dengan alasan ini adalah tanah milik negara, para warga tak berpasrah dengan keadaan seperti ini, ayah adi pun berada di barisan terdepan dan meneriakan satu kata yaitu “Lawan!”, semua warga pun berkelahi dengan aparat negara tanpa takut, untuk melindungi lahan mata pecarian mereka, walau sadar mereka hanya bisa menahan tetapi mereka tetap melawan, para warga pun babak belur.

Tiba-tiba datanglah sebuah bola api raksasa yang membakar 2 mesin buldoser dari barisannya, yang ternyata itu adalah adi yang ikut membantu melawan para aparat negara, adi terus berlari sambil menembakan api dan mendorong semua pasukan untuk mundur secara paksa, ia juga membakar semua buldoser dengan bola apinya, para warga pun bergembira dan membanggakan adi, karena telah berhasil mengusir para aparat, sampai saat para warga dihujani peluru, pasukan militer dengan mudah merebut semua nyawa para warga, ayah adi pun tertembak didepan mata adi, saat ayah adi hendak melindungi adi dari peluru yang mengarah ke adi. Adi pun menangis dan sangat murka, sampai ia mengeluarkan ledakan energi api yang sangat besar dari biasanya hingga ia menghanguskan semua ladang, hutan, pemukiman warga, dan melenyapkan seluruh aparat yang ada dihadapannya.

Hujan pun datang, adi menangis sendiri, diantara api dan seluas tanah yang telah hangus, ia merasa sudah tak punya siapa-siapa lagi, yang ia punya hanyalah selimpah dosa dan sebongkah ketakutan, sampai ia memutuskan, untuk menghancurkan batu permata tersebut sekaligus dengan dirinya juga, ia membakar batu permata tersebut dengan seluruh kekuatannya, ia menangis dan terus menembakan api ke batu tersebut, sampai batu itu hancur dan meledakan semuanya termasuk dirinya sendiri.

Tamat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahan & Alat Seni Kriya Keramik

  Bahan dan alat yang dibutuhkan dalam pembuatan Seni Kriya Keramik. Dalam pembuatan Seni Kriya Keramik, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan terlebih dahulu, mulai dari bahan baku sampai alat. Berikut adalah bahan dan alat yang dibutuhkan dalam pembuatan Seni Kriya Keramik. Bahan : 1.        Tanah Liat Tanah liat adalah salah satu bahan dasar pokok dalam pembuatan seni kriya keramik. Ada beberapa sifat tanah liat yang mebuat ia dijadikan sebagai bahan dasar poko dalam pembuatan seni kriya keramik. Yaitu plastisitas adalah kemampuan sebuah benda yang mudah dibentuk tanpa mudah retak, lalu fusibilitas kemampuan untuk dilebur, dan berbahan baku pasir sebagai bahan non plastik. 2.        Pasir Pasir berfungsi sebagai bahan pengisi, akan tetapi penambahan bahan pasir harus menggunakan takaran yang tepat, jika tidak, akan menyebabkan keretakan pada proses pembakaran 3.        Feld...

Rekomendasi Tempat Kursus Seni Kriya Modern di Sekitar Jakarta

Semenjak pandemi banyak kegiatan yang dapat orang-orang lakukan, salah satunya adalah belajar membuat karya Seni Kriya karena jenisnya yang beragam, sehingga tidak membuat bosan dan malah ketagihan. Selama pandemi melanda, kamu merasa bosan nggak sih di rumah terus dalam waktu yang lama? Kalau bosan, kamu dapat meluangkan waktumu untuk mengikuti kursus seputar seni kriya atau kerajinan tangan, lho! Yuk, simak rekomendasi tempat kursus di wilayah sekitar Jakarta berikut ini. 1. DOKI DOKI CRAFT Sumber: Instagram/dokidokicraft Doki Doki Craft adalah tempat kerajinan tangan yang menjual barang-barang kerajinan, sampai alat dan bahan untuk kita buat sendiri di rumah. Alat dan bahan kerajinan tangan yang dijual di tempat ini antara lain, tanah liat, perhiasan, manik-manik, peralatan kerajinan, dll. Selain menjual kerajinan tangan, Doki Doki Craft juga rutin mengadakan pelatihan mingguan yang dapat diikuti oleh orang dewasa, juga pelajar yang masih bersekolah. Kursus yang diadakan pun beragam...

Terapi Seni Bersama Art+i Art Therapy Jakarta

  Art+i Art Therapy Jakarta adalah sebuah grup terapi seni yang memberikan konseling dan psikoterapi menggunakan media seni. Metode Art Therapy dapat membantu siapapun dari segala usia, yang berjuang dengan penyakit mental, disabilitas, depresi, kecemasan, dan trauma. Kesehatan mental menjadi isu yang sangat diperhatikan sejak beberapa masa ini dibanding sebelumnya, apalagi semenjak adanya pandemi ini sangat mendorong tingkat stres masyarakat menjadi tinggi tanpa memandang kalangan dan umur sekali pun. Banyak orang pada masa pandemi yang melakukan hal baru untuk menghindari segala kecemasannya, salah satunya adalah dengan membuat seni, beberapa orang merasa lebih tenang saat mebuat karya seni. Hal ini dinamakan dengan Art Therapy atau terapi seni, yang kini telah menjadi metode terapi yang efektif dalam menangani stres maupun gangguan psikologi. Art+i Art Therapy Jakarta adalah sebuah grup terapi seni yang memberikan konseling dan psikoterapi menggunakan media seni. Metode Art...