Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Nadiem Makarim
mengadakan Konferensi Ketahanan Budaya pada Minggu, 1 November 2020 melalui
akun YouTube Budaya Saya, beliau menyampaikan beberapa hal terkait dengan
kebudayaan dan pendidikan.
Indonesia memiliki kebudayaan yang
begitu beragam dari setiap sudut wilayahnya. Keberagaman yang ada ini patut
diapresiasi karena selain menjadi akar kehidupan dan corak identitas bangsa,
mampu menjadi penggerak pembangunan berkelanjutan dalam negeri. Sayangnya,
kebudayaan sebagai infrastruktur lunak Indonesia masih jarang dibahas secara
lebih dalam.
Bangsa Indonesia memiliki modal
budaya yang kaya akan kearifan lokal dan khasanah kebudayaan nusantara. Oleh
karena itu landasan untuk pembangunan SDM harus melakukan pendekatan kebudayaan
yang sifatnya tidak hanya melestarikan budaya tradisi melainkan juga memajukan
dengan cara menghidupkan interaksi antar budaya untuk memperkaya keberagaman yang
menyejahterakan, mencerdaskan, dan mendamaikan.
Pengarusutamaan Kebudayaan
Pendidikan menjadi agenda Kemendikbud, namun beberapa permasalahan masih
mengemukan, salah satunya adalah permasalahan dalam bidang pendidikan yaitu
harus memperhitungkan tren global yang diantaranya, kemajuan pesat teknologi,
pergeseran sosio cultural, perubahan
lingkungan hidup, dan perbedaan dunia masa depan, maka dari itu Kemendikbud
mencetuskan kebijakan Merdeka Belajar.
Nadiem juga menjelaskan jika
seluruh potensi bangsa ini berjalan seirama akan mampu menyukseskan pembangunan
pendidikan dan pemajuan kebudayaan yang berkualitas bagi rakyat Indonesia.
Melalui Merdeka Belajar Pengarusutamaan Kebudayaan Pendidikan menjadi mungkin
asalkan dengan Gotong Royong, “Saya percaya bahwa apa yang kita perlukan adalah
penyelarasan sumber daya.” Ungkapnya (1/11).
Mendikbud juga bercita-cita untuk
memperkuat pendidikan seni dan peran guru dalam pendidikan seni yang
berlandaskan semangat Medeka Belajar, “Melalui pendidikan seni yang berbasis
proyek, anak-anak dapat menggali berbagai pengetahuan dari proses berekspresi
dan berkarya” Ucap Mendikbud (1/11).
Komentar
Posting Komentar