siapa yang menyangka, bila seni kriya sudah ada sejak masa prasejarah,
pada masa itu seni kriya dibuat dengan mengedepankan nilai pakai atau fungsi.
Seni Kriya adalah Seni yang
dihasilkan dengan menggunakan keterampilan tangan manusia. Dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia, Kriya bermakna perkerjaan (kerajinan) tangan. Seni kriya
merupakan salah satu jenis seni dari karya seni rupa terapan. Akan tetapi,
siapa yang menyangka, bila seni kriya sudah ada sejak masa prasejarah, pada
masa itu seni kriya dibuat dengan mengedepankan nilai pakai atau fungsi.
Berikut adalah hasil dari seni kriya pada zaman batu berdasarkan masanya.
1.
Zaman
Paleolitikum (600.000 tahun yang lalu)
Masa ini
menghasilkan alat-alat yang menggunakan batu dan tulang sebagai mata senjatanya,
diantaranya adalah kapak genggam dan kapak perimbas. Alat ini dapat digunakan
sebagai alat pemotong, hingga senjata berburu dan bertahan hidup.
2.
Zaman
Mesolitikum (10.000 tahun yang lalu)
Masa ini
memiliki benda terapan yang sangat khas yaitu adalah kjokkenmoddinger, tumpukan dari kulit siput yang menumpuk hingga
membukit, ini merupakan salah satu bentuk seni kriya yang mengedepankan nilai
estetika dalam bentuk arsitektur. Tidak hanya itu pada zaman ini juga menghasil
senjata seperti, kapak genggam, kapak pendek, dan batu pipisan.
3.
Zaman
Neolitikum (10.000 tahun yang lalu)
Masa ini
ditandai dengan keberadaan benda terapan yang berupa peralatan dari batu yang
telah diasah dan lebih halus. Dan menghasilkan benda seni kriya seperti kapak
persegi, kapak lonjong, dan tembikar.
4.
Zaman
Megalitikum (2.500 tahun yang lalu)
Masa ini memiliki
ciri khas pada peninggalan karya seni kriyanya, yang dimana benda-bendanya
memiliki guna dan keterkaitan terhadap hal yang sifatnya religi seperti pemujaan
maupun upacara pemakaman. Seperti punden berundak, menhir, dolme, waruga, dan
sarkofagus
Komentar
Posting Komentar