Seorang seniman asal Indonesia berhasil menciptakan sebuah evolusi dari
gabungan sebuah Karya Seni Kriya dan Karya Seni Kinetik yang disebut dengan
Seni Kriya Kinetik.
Dedy Shofianto, seorang seniman
kriya lulusan Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Berhasil memberikan
sebuah hal baru untuk negeri ini di bidang seni, dengan menggabungkan dua unsur
seni, yaitu Seni Kriya dan Kinetik, ia menggabungkannya menjadi sebuah hal baru
yaitu Karya Seni Kriya Kinetik. Berawal dari kejenuhannya dengan Karya Seni
Kriya yang terlihat membosankan, lalu ia merancang sebuah karya Seni Kriya yang
dapat bergerak dan terlihat tidak membosankan, karena terlihat lebih hidup dan
interaktif.
Karya pertamanya, berbentuk
Enggang atau kumbang tanduk ia buat dengan jumlah dan model yang beragam. Karya
yang lahir dari inovasi yang ia buat, membuat ia mendapatkan banyak penghargaan
yang diantaranya adalah, pada tahun 2018 ia menjuarai kategori karya favorit,
dalam Acara Pameran dan Kompetisi Kriya Muda Tingkat Nasional “Mantra Award
2018-Dimension x Resonance”, Pendhapa Art Space, Yogyakarta, Indonesia. Pada
2016 ia meraih Juara 3 Redbase Young Artist Award, Redbase, Yogyakarta,
Indonesia. Juga Juara 1 Lomba Desain Prototype Kriya FKY Ke-26 (Festifal
Kesenian Yogyakarta), Yogyakarta, Indonesia, dan masih banyak lagi penghargaan-penghargaan
yang telah ia dapa, hingga ia menjadi pembicara di seminar, membuat seminar
pribadi, hingga diundang dalam pameran dan memiliki pameran tunggal, berkat
inovasi yang ia buat.
Dalam proses pembuatan karya ini
membutuhkan waktu yang cukup lama yaitu 1-2 bulan untuk hasil satu karya,
karena ini lah karya yang iya buat terlihat sangat eksklusif dan mewah,
disamping desainnya yang unik, pemilihan bahannya pun cukup rumit, karena harus
menggunakan kayu yang nantinya akan bergerak dan bergesekan, bahkan disentuh
para penikmat seni, penggerak dibuat dengan sensor hingga penggunaan dinamo.
Salah satu yang mendongkrak nama
seorang Dedy Shofianto adalah ketika ia membuat sebuah Karya Kriya Kinetik yang
bertema Garuda Kinetik, yang kini karya itu di pajang di dalam Istana Negara.
Dalam setiap pembuatan karyanya, ia harus melewati sebuah proses yang panjang,
sehingga karyanya ini pantas dibayar dengan harga yang tidak murah, seperti
salah satu karyanya, yaitu Wawung yang ia jual dengan harga kisaran 20jt.
Komentar
Posting Komentar