Sebuah karya seni lahir dari sebuah rasa, emosi, imajinasi, pesan yang diekspresikan dan disampaikan melalui media secara tersirat bahkan tersurat. Seni memang memiliki arti yang sangat luas, jika seni tidak memiliki sebuah batasan dan standaritas, lalu apakah sebuah seni dapat dinilai?
Seni memiliki ragam jenisnya, dan
dari setiap karya seni memiliki nilai estetika. Sebuah karya seni lahir dari sebuah
rasa, emosi, imajinasi, pesan yang diekspresikan dan disampaikan melalui media
secara tersirat bahkan tersurat. Seni memang memiliki arti yang sangat luas,
jika seni tidak memiliki sebuah batasan dan standaritas, lalu apakah sebuah
seni dapat dinilai?, menurut saya, sebuah seni dapat dinilai, akan tetapi
dengan sudut pandang yang subjektif, hal ini dikarenakan setiap pesan yang
dibuat oleh seniman dan berusaha disampaikan bisa diartikan berbeda dengan pengamat,
sesuai dengan pengalaman atau cara pengamatannya terhadap nilai estetika
terhadap karya seni, ini adalah sebuah hal mendasar yang dimana tiap manusia
memiliki pikiran dan perasaan yang berbeda satu sama lain.
Keindahan sebuah seni juga
menjadi sebuah bentuk komunikasi seniman kepada pengamat lewat pesan yang ingin
disampaikan, apakah dapat ditangkap oleh pengamat dengan benar atau berbeda. Menilai
seni lewat sudut pandang subjektif, seseorang akan menilainya bagus, indah,
sedih, dan bentuk emosi lainnya yang berbeda-beda sesuai dengan siapa orang
yang mengamatinya. Akan tetapi penilaian dengan sudut pandang ini akan terus
berkembang tiap waktunya, yang membuat sebuah karya seni kecantikannya dapat
dimakan waktu, karena sudut pandang ini melibatkan sebuah selera dan tren.
Adapun, sudut pandang dalam
menilai seni dibagi menjadi dua, yaitu adalah sudut pandang objektif dan
subjektif. Sudut pandang objektif, adalah cara menilai seni menggunakan hal-hal
mendasar dalam sebuah seni yang telah disepakati bersama atau memang sudah ada
ilmunya sejak dulu, yang sehingga dapat membuat siapapun sepakat bahwa seni ini
bagus atau tidak. Sedangkan sudut pandang subjektif berbeda, karena caranya
yang lebih mengedepankan emosi pribadi, sehingga penilaian subjektif harus
dinilai oleh pengamat seni profesional.
Komentar
Posting Komentar