Seni memiliki banyak jenisnya, salah satu diantaranya adalah Seni Kriya. Tulisan ini akan membahas seputar pengertian, sejarah, dan fungsi pada Seni Kriya
Seni memiliki banyak jenisnya, salah satu diantaranya adalah Seni Kriya. Banyak daerah di Indonesia yang menjadi tempat penghasil Seni Kriya, diantaranya adalah, Cirebon, Sumatera, Kalimantan, Yogyakarta, Semarang, sampai Bali. Tidak hanya daerah-daerah tersebut saja yang bisa menghasilkan barang-barang dari kerajinan Seni Kriya, bahkan Jakarta yang terkenal dengan metropolitan, ternyata juga memiliki tempat-tempat penghasil Seni Kriya. Buku ini akan membawa kalian menjelajahi tempat-tempat penghasil Seni Kriya di JABODETABEK khususnya di Jakarta.
PENGERTIAN
Seni Kriya adalah Seni yang
dihasilkan dengan menggunakan keterampilan tangan manusia. Dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia, Kriya bermakna perkerjaan (kerajinan) tangan. Seni kriya merupakan
salah satu jenis seni dari karya seni rupa terapan. Walaupun karya atau hasil
dari seni kriya termasuk bentuk seni rupa terapan, akan tetapi karya dari seni
kriya tidak hanya ditujukan pada aspek fungsionalnya saja, tetapi juga
ditujukan pada aspek estetika.
SEJARAH
Berdasarkan informasi dan berbagai
sumber, keberadaan seni kriya sudah ada sejak zaman prasejarah, hal yang
mendukung ini semua dibuktikan dengan adanya benda-benda dari zaman batu muda
(zaman neolitikum). Sejak zaman prasejarah, keberadaan benda-benda seni kriya
cukup beragam, ada yang terbuat dari tanah liat, batu, hingga logam. Pada zaman
prasejarah benda-benda seni kriya tersebut memiliki berbagai manfaat dan
fungsinya masing-masing, pada masa itu seni ini dibuat dengan mengedepankan keperluan
fungsional, beberapa barang digunakan sebagai alat berburu hingga alat bercocok
tanam. Di indonesia pun terjadi perkembangan seni kriya dari masa ke masa, yang
dibagi menjadi 3 masa, sebagai berikut:
1.
Seni Kriya
Tradisonal Klasik
Pada masa
kerajaan Hindu-Budha, banyak masyarakat yang telah menghasilkan karya seni
kerajinan tangan. Teknik dan hasil karya yang dibuat di masa tersebut
didasarkan oleh pemikiran dan kepercayaan agama Hindu, Budha, maupun Islam.
Adapun contoh dari hasil seni kriya pada masa tradisional klasik diantaranya
adalah wayang kulit, keris, ukiran kayu, topeng, arca, dan sebagainya.
2.
Seni Kriya
Tradisonal Rakyat
Pada masa
ini, setiap daerah dari Indonesia memiliki ciri khas dari kebudayaan etnik
masing-masing yang menghasilkan corak kesenian tradisional mengikuti watak
serta adab kehidupan dalam masyarakat serta lingkungan alam tempat masyarakat
itu tinggal. Jenis serta pembuatan karya seni kriya tradisional ditentukan dari
bahan serta alat yang tersedia di lingkungan tempat tinggal dari rakyat, etnis,
suku, atau golongan tersebut. Adapun contoh karya seni kriya tradisional
rakyat seperti anyaman dan gerabah.
3.
Seni Kriya
Indonesia Baru
Masa ini
dimulai pada zaman kolonial, yang dimana masyarakat Indonesia mendapatkan
pendidikan yang mengedepankan nilai-nilai rasional serta kehidupan jasmaniah.
Hal inilah yang mengakibatkan kesadaran masyarakat akan nilai-nilai tradisional
seni kriya menjadi semakin luntur. Sejumlah orang berusaha untuk menggabungkan
kriya seni tradisional dengan kriya baru menggunakan bahan-bahan industri.
Proses komersialisasi ini pada akhirnya membuat para seniman tidak dapat
mewariskan keahlian yang dimiliki kepada generasi penerusnya. Sedangkan pada masa
modern ini, seni kriya memiliki ragam fungsi, mulai dari sebagai benda terapan,
hiasan, bahkan mainan.
FUNGSI
Seni kriya memiliki 3 fungsi, dan
diantaranya adalah
1.
Hias
(Dekorasi)
Seni kriya
sebagai fungsi hias atau dekorasi, sangat mengedepankan nilai estetika yang
dapat memperindah sebuah tempat atau ruangan. Sehingga banyak dari hasil seni
kriya yang dijadikan sebagai pajangan karena seni kriya termasuk dalam seni
rupa yang mengedepankan rupa daripada fungsinya.
2. Benda
Terapan (Siap pakai)
Seni kriya
sebagai fungsi benda terapan memiliki sifat nyaman, enak dipandang, dan tidak
kehilangan unsur keindahan seni itu sendiri. Seperti keramik, furnitur, kain
atau bahan pakaian, dan lain sebagainya.
3. Benda
Mainan
Hasil produk dari seni kriya dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya adalah seni terapan ukir yang fungsinya sebagai alat permainan, contohnya kipas kertas, boneka, congklak, dan lain-lain.
Komentar
Posting Komentar